
Semantic Scholar adalah mesin pencari dan discovery tool akademik gratis berbasis AI dari Allen Institute for AI (Ai2) yang membantu pengguna menemukan dan memahami literatur ilmiah. Semantic Scholar menyediakan pencarian paper, filter, TLDR, informasi sitasi, Library, Research Feeds, Alerts, serta berbagai fitur AI untuk mempercepat pencarian referensi penelitian.
Semantic Scholar, udah pernah denger? atau gini, pernah nggak kamu ngalamin momen nyasar nyari artikel? Iya nyasar, niatnya mau nyari artikel yang spesifik, eh nemunya justru artikel yang nggak ada nyambung-nyambungnya sama sekali ama topik yang dibahas. Jadi nyasar itu bukan hanya soal jalanan aja, tapi bisa aja kamu nyasar saat nyari artikel. Well, database artikel itu menampung buanyakkk banget artikel, dan kalau kamu nggak tahu teknik yang tepat, bisa aja nyasar alias artikel yang kamu cari nggak ketemu-ketemu.
Tapi tenang, disini kita bakal ngasih kamu ‘kompas’ dan ‘peta’ buat nemuin jalannya. Yup di artikel ini kita ngasih panduan plus tips and trik biar kamu bisa maksimalin tools yang keren banget ini buat nyari artikel yang spesifik dan relevan ama topik penelitian kamu. Semantic Scholar! Tools berteknologi AI. Penasaran? Yukk kita bahas secara lengkap.
Daftar Isi
ToggleCara Menggunakan Semantic Scholar untuk Mencari Jurnal
1. Buka Semantic Scholar
Masuk ke situs resmi Semantic Scholar, lalu masukkan topik, judul paper, nama penulis, atau keyword penelitian yang ingin dicari.
2. Masukkan keyword penelitian
Gunakan keyword yang menjelaskan topik secara spesifik. Semantic Scholar menggunakan natural language processing dan machine learning untuk membantu menentukan hasil yang relevan.
3. Gunakan filter pencarian
Persempit hasil berdasarkan:
- bidang penelitian (Field of Study);
- tahun publikasi;
- jenis publikasi;
- penulis;
- jurnal atau konferensi.
4. Urutkan hasil penelitian
Hasil dapat diurutkan berdasarkan relevansi, jumlah sitasi, paper yang paling berpengaruh, atau publikasi terbaru.
5. Buka paper yang relevan
Periksa judul, abstrak, TLDR jika tersedia, citations, references, dan informasi paper lainnya sebelum menentukan apakah sumber tersebut relevan untuk penelitian.
6. Simpan paper penting
Paper dapat disimpan ke Library. Dari folder Library, pengguna juga dapat mengaktifkan Research Feed untuk memperoleh rekomendasi paper yang relevan.
Cara Kerja Semantic Scholar
Semantic Scholar menggunakan teknologi AI untuk membantu menemukan paper yang relevan dengan pencarian pengguna. Sistem pencariannya mempertimbangkan hubungan antara query dan informasi yang terdapat pada paper, lalu mengurutkan hasil berdasarkan relevansi.
Selain pencarian, Semantic Scholar memiliki scientific literature graph yang menghubungkan paper melalui data sitasi. Dengan jaringan sitasi ini, pengguna bisa menelusuri penelitian terdahulu, referensi, paper yang mengutip suatu penelitian, dan hubungan antar karya ilmiah. Cara kerjanya, kalau kamu ngetik suatu keyword, dia nggak ngasal nampilin artikel yang ada kata keyword kamu, tapi bakalan nampilin juga artikel-artikel yang konsep dan pendekatannya nyambung dengan keyword kamu. Biar kamu makin paham, langsung aja nih kita bahas contohnya:
Misalnya nih ya, kamu pengen dapat artikel yang ngebahas tentang “deep learning buat kesehatan”. Nah, saat kamu ngetik kata ini di kolom pencarian Semantic Scholar, kamu nggak hanya dapat artikel yang mengandung kata kunci tapi juga artikel-artikel yang isinya related dengan kata kunci ini. Semantic Scholar bakal nyajiin artikel-artikel kayak berikut:
– AI buat diagnosis penyakit kronis
– Pemanfaatan data kesehatan pakai machine learning
– Model deep learning untuk deteksi penyakit
1. Cara Pakai Fitur Pencarian
Oke tadi kita udah bahas konsep kerja Semantic Scholar ini kayak gimana. Nah sekarang supaya hasil pencarian artikel kamu makin mantap, kita bakal bahas sama-sama cara pakai fitur pencarian yang optimal biar kamu juga lebih optimal dalam nyelesain tugas kuliahmu. Wah apa aja tuh langkah-langkah buat gunain fitur pencarian Semantic Scholar? Nah biar enggak penasaran, yukkk disimak penjelasan berikut ini dan ingat ya bestie, jangan lupa buat praktekin gess:
- Pertama, kamu ketik keyword topik penelitian yang kamu pengen cari di kolom pencarian. Misalnya kamu pengen nyari topik tentang AI untuk prediksi penyakit mental.
- Habis itu, set filter tahunnya. Atur agar hasil publikasi yang muncul itu 5-10 tahun terakhir biar hasil artikel yang ditampilin tetap up to date dengan kondisi sekarang.
- Kamu juga bisa pilih bidang riset biar hasil pencarian kamu makin nyambung. Nah dari keyword yang kamu cari sebelumnya, misalnya kamu pilih bidang psychology atau healtcare.
- Lanjut, jangan lupa buat sortir hasilnya. Caranya kamu bisa lihat dari jumlah sitasi atau relevansi artikel hasil pencarian dengan topik yang pengen kamu cari.
2. Cara Pakai Fitur Citation Network
Fitur selanjutnya yang akan kita bahas yakni fitur yang bikin Semantic Scholar ini lebih keren dibandingkan ama database riset yang lain. Fitur apakah itu? Yup betul, Citation Network. Dengan fitur ini, kita nggak hanya bisa lihat pengutip artikel tapi juga bisa nelusurin gimana sebuah konsep riset itu berkembang dari satu artikel ke artikel lainnya. Fitur ini recommended banget buat ngeliat sejarah perkembangan suatu artikel ilmiah dan siapa aja yang bikin artikel terkait. Jadi yuk langsung aja kita bahas gimana cara pakenya:
- Misal kamu pengen nyari artikel tentang teknologi digital di edukasi, nah kamu bisa nemuin artikel dasar yang sering banget ngutip soal topik ini. Seperti artikel yang pertama kali bahas topik e-learning.
- Selain bisa tahu siapa artikel pencetus topik penelitian, kamu juga bisa ngelacak, siapa aja peneliti yang bikin artikel dengan ngemodif topik penelitian tersebut.
- Hasilnya, kamu juga bisa lihat tren sitasi topik tersebut dari tahun ke tahun
3. Cara Pakai Fitur Related Papers
Nggak Cuma ngandelin keyword aja buat mencari suatu artikel ilmiah, tapi kamu juga manfaatin fitur related papers buat nemuin artikel-artikel lain yang related ama topik riset yang kamu cari. Bisa dibilang fitur ini mirip sama fitur rekomendasi di aplikasi belanja dan hiburan. Konsep dari artikel ini adalah saling mendukung, jadi tanpa kamu perlu cari-cari lebih jauh lagi, artikel ini bakal muncul. Nah biar kamu makin gampang nemuin artikel yang relevan dan spesifik dengan fitur ini, berikut ini cara pakenya:
- Pertama, kalau kamu ketemu artikel yang kamu anggap penting, buka artikel itu. Habis itu scroll sampai kamu nemu tulisan related papers.
- Kalau udah nemu, kamu lihat rekomendasi artikel apa aja yang muncul berdasarkan artikel penting yang udah kamu buka tadi.
- Biar hasil pencarian kamu tetap up to date dengan kondisi kekinian, jangan lupa buat atut filter tahun publikasinya, atau kamu juga bisa atur biar hasil artikel yang muncul itu yang punya sitasi tinggi.
Biar kamu makin paham, sini kita bahas contoh praktisnya. Misalnta nih ya kamu lagi baca artikel tentang “pengaruh media sosial pada self-esteem remaja”. Nah dengan fitur related papers ini bakal munculin artikel lain yang ngebahas efek media sosial pada kesehatan remaja atau self esteem di era digital. Gampang kan? Daripada bolak-balik kolom pencarian buat nyari artikel lain atau nggak pusing ngetik keyword yang cocok biar hasilnya sesuai yang kita mau heheh.
4. Cara Pakai TLDR dan Highly Influential Citations
Semantic Scholar membantu mempercepat proses screening paper melalui fitur TLDR dan Highly Influential Citations cara pake fitur ini?
TLDR
TLDR adalah ringkasan sangat singkat yang dibuat untuk membantu pengguna memahami tujuan dan hasil utama sebuah paper dengan cepat. Jika TLDR tersedia, gunakan fitur ini untuk melakukan screening awal sebelum membaca abstrak atau full paper.
Highly Influential Citations
Highly Influential Citations membantu mengidentifikasi sitasi yang dianggap mempunyai pengaruh penting terhadap paper lain berdasarkan model machine learning Semantic Scholar.
Saat membuka sebuah paper, periksa bagian Citations dan cari paper yang ditandai sebagai Highly Influential. Fitur ini dapat membantu kamu memprioritaskan referensi yang memiliki pengaruh penting terhadap penelitian lain tanpa harus memeriksa seluruh daftar sitasi satu per satu.
5. Cara Mempersempit Hasil Pencarian Semantic Scholar
Untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik, gunakan filter yang tersedia di Semantic Scholar daripada operator Boolean atau wildcard.
1. Filter Field of Study
Pilih bidang penelitian yang sesuai.
2. Filter Publication Date
Batasi tahun publikasi untuk menemukan penelitian terbaru.
3. Filter Publication Type
Pilih jenis publikasi yang sesuai kebutuhan.
4. Filter Authors atau Journal/Conference
Gunakan filter ini jika sudah mengetahui penulis atau sumber publikasi tertentu.
5. Gunakan tanda kutip untuk frasa tertentu
Semantic Scholar mendukung pencarian teks dalam tanda kutip, tetapi tidak mendukung AND, OR, NOT, ataupun wildcard * pada pencarian web.
Penutup
Semantic Scholar ini jadi salah satu tools recommended yang perlu kamu coba buat nyari artikel terkait secara konseptual. Dengan teknik dan penjelasan fitur yang udah kita bahas sebelumnya, kamu juga bisa dapetin hasil pencarian artikel ilmiah yang oke buat riset kamu. Selamat mencoba!




