Pernah Bingung Gak, Kenapa Tesis Bagus Tapi Gagal Tembus Jurnal?
Gengs, pernah gak sih kamu ngerasa udah bikin tesis sepenuh hati, tapi pas mau diajukan ke jurnal ilmiah malah mentah lagi? Padahal isi tesisnya berbobot, referensinya lengkap, metode udah rapi, tapi tetap aja nggak lolos. Salah satu penyebab paling umum ternyata bukan dari isinya, tapi dari format penulisan jurnal yang nggak sesuai standar. Nah lho! Makanya, penting banget buat kamu tahu aturan mainnya, supaya kerja kerasmu nggak sia-sia.
Dalam artikel ini, kita bakal ngobrol santai tapi serius tentang gimana sih sebenarnya format jurnal tesis itu, contoh format penulisan jurnal yang benar, serta cara ngatur semuanya langsung di Word biar nggak ribet. Kita juga bakal bahas format artikel jurnal ilmiah secara umum, sampai ke format jurnal tesis yang bisa langsung kamu adaptasi buat publikasi. Gas yuk!
Daftar Isi
ToggleFormat Penulisan Jurnal Itu Kunci, Bukan Sekadar Pelengkap

Sering banget mahasiswa ngeremehin soal format. “Yang penting kan isinya ilmiah, kak.” Eh, padahal editor jurnal nggak punya banyak waktu buat baca skripsi kamu satu per satu. Begitu mereka buka dan lihat formatnya berantakan, tanpa aturan margin, spasi seenaknya, dan kutipan yang nggak konsisten, biasanya mereka langsung skip sebelum baca lebih jauh.
Format penulisan jurnal itu bukan cuma buat estetika, tapi nentuin juga seberapa serius kamu dalam mempersiapkan penelitianmu buat dibaca dunia akademik. Kalau kamu bisa patuhi struktur dan aturan standar, itu tandanya kamu udah satu langkah lebih deket buat tembus ke publikasi ilmiah. Nah, meski tiap jurnal punya sedikit perbedaan, struktur dasar ini hampir pasti jadi patokan. Bahkan jurnal lokal sekalipun biasanya mengikuti struktur serupa. Format standar biasanya meliputi:
- Judul singkat dan jelas
- Nama penulis + afiliasi
- Abstrak (250-300 kata) + kata kunci
- Pendahuluan
- Metodologi
- Hasil dan Pembahasan
- Kesimpulan
- Daftar Pustaka (sesuai gaya: APA, MLA, IEEE, dll)
Contoh Format Penulisan Jurnal yang Bisa Kamu Tiru Langsung
Penting nih buat kamu yang pengen langsung praktek. Berikut adalah contoh format penulisan jurnal yang bisa kamu adaptasi:
Judul: Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Investasi Mahasiswa Generasi Z di Kota Bandung
Penulis: Ayu Maharani, Universitas Pendidikan Indonesia
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tingkat literasi keuangan dengan perilaku investasi mahasiswa Gen Z. Dengan metode kuantitatif dan pendekatan survei terhadap 250 responden, hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara literasi keuangan dan perilaku investasi…
Kata Kunci: literasi keuangan, investasi, generasi Z, perilaku keuangan
Pendahuluan: Latar belakang permasalahan…
Metodologi: Desain penelitian, populasi dan sampel, instrumen, dan analisis data…
Hasil dan Pembahasan: Temuan utama, analisis kuantitatif…
Kesimpulan: Ringkasan hasil, saran penelitian lanjutan…
Daftar Pustaka: Diatur sesuai format APA atau sesuai jurnal tujuan.
Nah, contoh ini bisa kamu jadikan acuan. Banyak jurnal bahkan menyediakan template dalam bentuk Word. Jadi jangan lupa cari tahu dan download template dari jurnal tujuan kamu.
Aturan Penulisan Jurnal di Word: Biar Gak Takut Salah Format
Kalau kamu pikir bikin jurnal itu harus jago software kayak LaTeX, kamu salah besar. Banyak jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional, memperbolehkan pengiriman naskah dengan format Microsoft Word. Dan, good news-nya: aturan penulisan jurnal di Word itu bisa kamu atur dari awal biar lebih mudah.
Berikut hal-hal yang wajib kamu atur di Word:
- Ukuran kertas: A4
- Margin: Atas 3 cm, bawah 3 cm, kiri 4 cm, kanan 3 cm
- Font: Times New Roman, ukuran 12 pt (kecuali di jurnal tertentu)
- Spasi: 1.5 atau 2, tergantung gaya jurnal
- Paragraf: rata kiri-kanan (justify), indentasi 1,25 cm
Jangan lupa juga buat:
- Membuat daftar isi otomatis pakai Heading Styles
- Mengatur referensi otomatis pakai fitur “Manage Sources” atau aplikasi seperti Mendeley/Zotero
- Simpan file dalam format .doc atau .docx sesuai permintaan jurnal
Tips lainnya, hindari copy-paste dari skripsi mentah. Adaptasi dan sesuaikan struktur dan bahasanya agar lebih padat dan ringkas, sesuai karakter artikel ilmiah.
Aturan Penulisan Jurnal di Word: Jangan Sampai Salah Format Teknis!
Sekarang kita bahas bagian yang sering bikin pusing tapi super krusial: penulisan teknis di Word. Karena sebanyak apa pun usaha kamu menulis konten yang berkualitas, kalau formatnya amburadul, ya tetap aja bisa ditolak jurnal. Jadi, yuk simak aturan teknis yang wajib diperhatikan:
- Ukuran dan Jenis Font: Umumnya pakai Times New Roman ukuran 12 pt, dengan spasi 1,5 atau 2. Tapi ini bisa beda tergantung panduan jurnalnya, jadi wajib cek dulu.
- Margin dan Ukuran Kertas: Rata-rata pakai margin normal (3-3-3-3 cm) dan ukuran kertas A4. Jangan sampai kamu pakai ukuran Letter, nanti bisa kacau saat di-print atau dikompilasi.
- Penomoran Halaman: Biasanya nomor halaman dimulai dari pendahuluan, bukan dari abstrak. Pastikan penomoran konsisten dari awal sampai akhir.
- Heading dan Subheading: Gunakan heading secara konsisten. Misalnya, Heading 1 untuk judul utama bab, Heading 2 untuk sub bab, dan seterusnya. Ini membantu struktur dokumen kamu lebih rapi.
- Tabel dan Gambar: Letakkan label dan nomor di atas tabel dan di bawah gambar. Jangan lupa cantumkan sumber kalau kamu ambil dari referensi lain.
- Sitasi dan Referensi: Gunakan tools seperti Mendeley atau Zotero supaya kamu nggak pusing nyusun referensi satu per satu. Pilih gaya kutipan yang disarankan jurnal target kamu.
Meskipun kelihatannya sepele, hal-hal teknis inilah yang sering jadi alasan utama naskah ditolak. Jadi, jangan sampai kamu remehkan bagian ini, ya!
Strategi Jitu Menyusun Format Jurnal dari Tesis: Dari Naskah Tebal Jadi Artikel Padat
Oke, sekarang kita masuk ke bagian yang paling sering bikin mahasiswa mengeluh: gimana caranya “menyulap” tesis ratusan halaman jadi artikel jurnal ilmiah yang maksimal 10-15 halaman? Ternyata ada triknya, dan kamu bisa banget mulai sekarang biar nanti nggak kewalahan.
Pertama, tentukan bagian mana dari tesis kamu yang punya nilai jual tinggi. Misalnya, kalau penelitianmu punya temuan unik, kamu bisa fokuskan artikel jurnal pada bagian hasil dan pembahasan. Atau kalau metode yang kamu pakai masih jarang digunakan, kamu bisa buat artikel yang menjelaskan pendekatan metodenya.
Kedua, kamu harus sadar bahwa gaya bahasa jurnal beda jauh dengan gaya bahasa tesis. Tesis cenderung naratif dan panjang lebar, sementara jurnal butuh bahasa yang padat, jelas, dan langsung ke inti. Ini butuh latihan, tapi kamu bisa mulai dengan membuat outline dulu dan mencoba menulis ulang tiap bagian dengan gaya yang lebih ringkas.
Ketiga, pastikan kamu menyisipkan kata kunci yang relevan di bagian abstrak, pendahuluan, dan kesimpulan. Ini penting buat kebutuhan indexing di jurnal-jurnal bereputasi, terutama kalau target kamu jurnal internasional.
Keempat, jangan ragu untuk minta bantuan dosen atau editor profesional buat review artikel kamu sebelum dikirim. Kadang kita terlalu sayang sama tulisan sendiri sampai nggak sadar ada banyak bagian yang bisa dipersingkat atau diperbaiki.
Terakhir, jangan lupa untuk menyesuaikan naskah kamu dengan format artikel jurnal ilmiah dari jurnal target. Banyak yang lupa baca template atau panduan penulis dari jurnalnya, padahal itu bisa jadi penentu diterima atau tidaknya artikel kamu.
Dengan mengikuti semua strategi ini, kamu nggak cuma bisa bikin artikel dari tesis, tapi juga punya peluang besar buat masuk jurnal yang bereputasi. Jadi, yuk mulai latih diri dari sekarang!
Format Jurnal Tesis Adalah Tiket Emas Menuju Dunia Akademik
Nggak usah takut duluan dengan istilah “format jurnal tesis” yang kesannya ribet. Asal kamu tahu langkah-langkahnya, semuanya bisa dijalani step by step dan hasilnya bisa sangat memuaskan. Ingat, menulis jurnal bukan cuma soal bisa nulis ilmiah, tapi juga soal paham aturan main dan strategi publikasi.
Mau itu tentang aturan penulisan jurnal di Word, contoh format penulisan jurnal, atau bahkan tips menyederhanakan tesis, semua udah kita bahas di artikel ini. Dan di akhir perjalananmu, kamu bakal sadar bahwa menguasai format penulisan jurnal bukan cuma bikin kamu lulus, tapi juga bikin kamu diakui di dunia akademik.
Jadi, jangan ragu buat terus belajar dan eksplorasi. Kalau kamu butuh bantuan menyusun artikel, revisi, atau konsultasi akademik, langsung aja kontak tim KonsultanEdu. Kami siap bantu kamu sampai publikasi!




